HIMPUNAN
Mata Pelajaran :
Matematika
Materi :
Himpunan
Kelas/ Semester :
VII/ 2(Genap)
Standar
Kompetensi :
Menggunakan konsep himpunan dan diagram Venn dalam pemecahan masalah
Kompetensi Dasar
:
Memahami pengertian dan notasi
himpunan, serta penyajiannya
Memahami konsep himpunan bagian
Melakukan operasi irisan,
gabungan, kurang (difference), dan
komplemen pada himpunan
Menyajikan himpunan dengan diagram Venn
1.
Pengertian Himpunan
Saat berada di kelas,
kita sering temui hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan belajar-mengajar,
tanpa kita sadari terdapat kumpulan yang bisa menjadi suatu himpunan, sebagai
contoh :
1.
murid yang
sedang belajar
2.
guru yang
sedang mengajar
3.
bangku murid
4.
meja guru
5.
papan tulis
6.
murid perempuan
7.
murid laki-laki
Selanjutnya, perhatikan apa saja dan
siapa saja yang
terdapat di rumahmu. Coba
sebutkan kumpulan apa saja yang
dapat kamu bentuk
dari benda-benda di rumahmu. Jadi, pada
umumnya, kita berpikir suatu himpunan sebagai suatu koleksi objek-objek yang
memberikan suatu sifat bersama. Contoh kumpulan objek yang merupakan
himpunan adalah: siswa-siswa kelas 8A, kumpulan bilangan genap, kelompok
siswa SMP Sejahtera yang mengikuti upacara, kumpulan hewan pemakan daging, dan
lain-lain.
2.
Notasi Himpunan
Himpunan
dinyatakan dengan huruf kapital; A, B, C, N, P, dan sebagainya. Anggota
himpunan dinyatakan dengan huruf kecil,
dalam kurung kurawal, dan anggota satu dengan yang lainnya dipisahkan dengan
tanda koma. Anggota yang sama cukup ditulis sekali.
Contoh:
1.Himpunan huruf vokal dapat ditulis V = {a,
i, u, e, o} dengan anggotanya; a, i, u, e, dan o.
2.Himpunan bilangan cacah dapat ditulis C =
{0, 1, 2, 3, 4, . . .} dengan anggotanya:
0, 1, 2, 3, 4, dan seterusnya.
3.Himpunan bilangan prima dapat ditulis P =
{2, 3, 5, 7, . . .} dengan anggotanya: 2, 3, 5, 7, dan seterusnya.
4.K adalah himpunan huruf pembentuk kata “
MATEMATIKA”, dapat ditulis: K = {m, a, t, e, i, k} atau K = {k, a, t,
e, m, i}, bukan K = {m, a, t, e, m, a, t, i, k, a}.
Anggota
himpunan pada contoh 1 dan 4 berhingga. Himpunan seperti ini disebut himpunan berhingga. Sedangkan contoh 2
dan 3 mempunyai anggota tak terbatas (dicirikan dengan tiga buah titik
terakhir). Himpunan seperti ini disebut himpunan tak berhingga.
3.
Anggota Himpunan
Simbol anggota satu himpunan
dapat dituliskan sebagai berikut:
· Bila x anggota A, maka ditulis x
A
· Bila x bukan anggota A, maka ditulis x
A
Menentukan
banyaknya anggota suatu himpunan berarti menghitung anggota himpunan tersebut. Banyaknya anggota himpunan A dinyatakan dengan n (A).
4.
Menyatakan Himpunan
Menyatakan
suatu himpunan dapat dilakukan dengan cara: Kata-kata (metode deskripsi), mendaftar (metode tabulasi/roster), notasi pembentuk himpunan
(metode bersyarat/rule)
1. Dengan kata-kata (metode deskripsi)
Menuliskan suatu himpunan
dengan kata-kata atau pernyataan untuk menunjukkan syarat keanggotaannya dan
syarat keanggotaanya harus dinyatakan dengan jelas.
2. Dengan cara mendaftar (metode tabulasi/roster),
Dengan metode ini, anggota
himpunan yang disebutkan satu per satu dalam kurung kurawal yang setiap anggota
himpunan dipisah kan dengan tanda koma.
3. Dengan notasi pembentuk himpunan (metode
bersyarat/rule)
Pada cara ini himpunan dinyatakan dengan notasi
pembentuk himpunan, anggotanya dilambangkan dengan variabel kemudian diikuti
dengan pernyataan matematika yang menggambarkan syarat keanggotaanya.
5. Pengertian Himpunan Bagian
Himpunan A
disebut sebagai himpunan bagian dari B jika setiap anggota A juga menjadi
anggota himpunan B. Lambang yang menyatakan
himpunan bagian adalah “
”. Jika B = {1, 2, 3}
maka himpunan bagiannya adalah: { },
{1}, {2}, {3}, {1, 2}, {1, 3}, {2, 3}, {1, 2, 3}. Ketentuan-ketentuan dalam
himpunan bagian, antara lain:
· Himpunan kosong merupakan himpunan bagian
dari setiap himpunan.
·
Setiap
himpunan merupakan himpunan bagian dari himpunan itu sendiri. Untuk sembarang himpunan A, berlaku A
A
Apabila banyaknya
anggota himpunan adalah n buah, maka banyaknya himpunan bagian dari himpunan
tersebut sama dengan 
6.
Operasi pada Himpunan (Irisan dan Gabungan)
A. Irisan
Irisan A
dan B adalah himpunan yang anggotanya merupakan anggota A sekaligus anggota B.
secara matematis ditulis :
.
Dilihat dari persekutuan dua
himpunan, irisan dua himpunan dapat ditentukan:
1.
Himpunan yang satu merupakan
himpunan bagian yang lain
Jika
maka
dan berlaku
sebaliknya
2.
Himpunan yang sama
Jika
, maka 
3.
Himpunan yang saling lepas
Jika
, maka
dan berlaku
sebaliknya
4. Himpunan yang tidak saling lepas
B. Gabungan
Gabungan
dari A dan B adalah himpunan yang semua anggotanya terdapat pada A atau B.
secara matematis ditulis: 
Dilihat dari persekutuan dua
himpunan, gabungan dua himpunan dapat ditentukan:
1.
Himpunan yang satu merupakan
himpunan bagian yang lain
Jika
maka
dan berlaku sebaliknya
2.
Himpunan yang sama
Jika
, maka 
3.
Himpunan yang saling lepas
Jika
, maka
dan berlaku sebaliknya
4.
Himpunan yang tidak saling
lepas
Jika
, maka 
C. Komplemen
Jika S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7} dan A
= {3, 4, 5}, maka A
S. himpunan {1, 2, 6, 7} juga disebut himpunan bagian
dari himpunan S. himpunan tersebut adalah himpunan himpunan komplemen atau
pelengkap dari himpunan A atau disebut komplemen dari A yang dibaca “bukan A”.
Dalam himpunan komplemen berlaku:
·

·

·

Komplemen dari S adalah S’, karena S adalah himpunan
semesta maka S’ adalah himpunan kosong dan ditulis S’ = {…}, sebaliknya {…}’ =
S, sehingga berlaku:
·
{…}’ = S
·
S’ = {…}
·
(A’)’ = A
D. Selisih Dua Himpunan
Komplemen A terhadap B ditulis B – A
adalah himpunan yang ada di B tetapi tidak ada di A, sebaliknya komplemen B
terhadap A ditulis A – B adalah himpunan
yang di A tetapi tidak ada di B. secara umum berlaku:
·

·

·

·

Rumus banyaknya irisan,
gabungan, dan komplemen dua himpunan adalah:
·

·

·

7. Menentukan Himpunan dan Banyaknya Anggota Himpunan dengan diagram Venn
Petunjuk dalam membuat diagram
Venn antara lain:
a.
Himpunan semesta (S) digambarkan sebagai persegi panjang dan huruf S diletakkan
disudut kiri atas persegi panjang.
b. Setiap himpunan yang dibicarakan (selain
himpunan kosong) ditunjukkan oleh kurva tertutup.
c. Setiap anggota ditunjukkan dengan nokta
(titik)
d.
Bila
anggota suatu himpunan banyak sekali, maka anggota-anggotanya tidak perlu
dituliskan.



Maret 21, 2017
,

0 Response to "HIMPUNAN"
Posting Komentar